Ratusan Peserta Zumba Berkain Endek di Buleleng, Putri Koster Usul Digelar Dua Kali Setahun

Penulis: Candra Setiabudi  •  Senin, 21 September 2026 | 11:16:31 WIB
Ratusan peserta mengikuti kegiatan "Endek Energetic: Heritage in Motion" di Kabupaten Buleleng, Sabtu (19/09/2026).

BULELENG — Ratusan peserta memadati kegiatan "Endek Energetic: Heritage in Motion" di Kabupaten Buleleng, Sabtu (19/09/2026). Mereka mengenakan kostum zumba yang dipadukan dengan kain endek Bali. Perpaduan budaya dan olahraga itu menjadi cara memperkenalkan kain tradisional kepada masyarakat luas.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Koster menilai pelestarian endek tidak cukup lewat kegiatan formal dan tradisional. Endek harus terus diperkenalkan, digunakan, dan dikembangkan melalui berbagai ruang kehidupan masyarakat.

Endek Perlu Ruang Baru agar Tak Sekadar Warisan

Menurut Putri Koster, penggunaan endek dalam berbagai aktivitas menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan kain tradisional tersebut. Semakin banyak warga mengenal dan memakai endek, semakin terbuka ruang bagi produk para perajin di tengah perkembangan zaman.

"Menjaga kelestarian warisan leluhur merupakan kewajiban kita bersama tanpa terkecuali. Semakin banyak yang mengetahui keberadaan endek, mengenal, menggunakan, dan mencintai produk lokal kita, maka semakin kuat pula upaya kita menjaga dan melestarikannya," ujar Putri Koster.

Ia menambahkan, pelestarian endek turut berdampak pada perputaran ekonomi dan regenerasi perajin kain tenun. "Tidak hanya warisan leluhur yang kita jaga dan lestarikan, tetapi perputaran perekonomian dan regenerasi perajin kain tenun juga semakin banyak yang lahir," katanya.

Zumba Dipilih karena Diminati Berbagai Kalangan

Sebagai Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Koster menekankan pentingnya memperluas ruang promosi endek. Kain endek dapat diperkenalkan melalui fesyen, seni, olahraga, hingga aktivitas kreatif masyarakat.

Olahraga zumba dinilai menjadi salah satu ruang yang menarik karena diminati berbagai kalangan. Melalui kegiatan tersebut, endek dapat diperkenalkan dalam suasana yang lebih santai, aktif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Penggunaan kain endek tentu saja pengenalannya tidak kami batasi agar semakin dikenal dan mendunia," ujarnya.

Putri Koster berharap kegiatan yang memadukan endek dengan berbagai aktivitas kreatif dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia mengusulkan zumba bertema endek digelar dua kali dalam setahun sebagai upaya memperluas pengenalan kain tradisional Bali.

"Zumba ini diharapkan menjadi wadah bagi ibu-ibu dan anak-anak untuk berkreativitas sekaligus menjadi sehat. Kegiatan seperti ini saya harapkan dilaksanakan dua kali setahun," katanya.

Target Menembus Pasar Internasional dan Lahirnya Zin Zumba Bali

Upaya memperkenalkan endek diharapkan tidak berhenti pada masyarakat Bali, tetapi terus diperluas hingga tingkat internasional. Semakin banyak masyarakat menggunakan dan memperkenalkan endek, semakin terbuka peluang kain tradisional tersebut dikenal di luar Bali dan mancanegara.

Putri Koster melihat kegiatan seperti "Endek Energetic: Heritage in Motion" dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas antara perajin, pelaku ekonomi kreatif, komunitas, dan berbagai bidang lainnya.

Pada kesempatan tersebut, ia turut mendorong lahirnya Zin Zumba asal Bali yang memiliki kemampuan dan sertifikasi sehingga mampu tampil di tingkat internasional.

"Jangan hanya kita yang mengundang zin dari luar negeri, tetapi kita juga harus bisa menjadi zin zumba yang diundang oleh negara lain," tegasnya.

Pemkab Buleleng Dukung Promosi Endek dan UMKM Tenun

Dukungan terhadap promosi endek melalui kegiatan kreatif disampaikan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, membacakan sambutan Bupati Buleleng dalam kegiatan tersebut.

Menurut sambutan itu, "Endek Energetic: Heritage in Motion" memadukan pelestarian dan promosi kain tenun endek Bali dengan gaya hidup modern. Pendekatan budaya dan olahraga dinilai menarik dan inovatif untuk memperkenalkan endek kepada masyarakat lebih luas.

Pemkab Buleleng menyatakan akan terus mendukung kegiatan yang mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus membuka ruang pengembangan UMKM kain tenun. Kreativitas dalam produksi dan pemanfaatan endek diharapkan membuat produk tersebut semakin dikenal, termasuk hingga ke luar negeri, serta berdampak positif bagi perajin di Buleleng dan Bali.

Ketua panitia pelaksana, Zin Laksmi, menyebut "Endek Energetic: Heritage in Motion" menjadi momentum memperkenalkan kain endek melalui berbagai aktivitas, termasuk olahraga zumba. Kegiatan tersebut menghadirkan dua Zin Zumba dari luar negeri, yakni Damla Aman.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: atnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top