BALI — Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dipastikan tidak dilanjutkan pada 2026 karena masa penyalurannya berakhir Desember 2025. Keluarga berpendapatan rendah yang terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1-4 perlu waspada karena tautan pendaftaran yang beredar di media sosial merupakan penipuan. Masyarakat dapat memverifikasi status kepesertaan bansos reguler melalui cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan NIK KTP.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan kabar pencairan dan pendaftaran BLT Kesra 2026 yang beredar di media sosial adalah hoaks. Program stimulan yang diinstruksikan Presiden Prabowo Subianto melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu hanya berlaku pada tahun anggaran 2025 dan telah berakhir masa penyalurannya pada Desember 2025.
Hingga kini belum ada keputusan resmi soal kelanjutan program tersebut untuk tahun 2026. Tautan pendaftaran yang ramai dibagikan justru dirancang untuk mencuri data pribadi masyarakat.
Komdigi menemukan konten narasi hingga suara dalam unggahan viral itu umumnya dibuat menggunakan teknologi Generative Artificial Intelligence (AI). Modus semacam ini menyasar warga yang berharap mendapat bantuan tanpa memeriksa kebenaran informasinya.
Saat disalurkan pada periode 2025, BLT Kesra menyasar keluarga berpendapatan rendah yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kelompok Desil 1 hingga Desil 4. Nominal bantuan diberikan Rp900.000 secara sekaligus atau one-off untuk satu kali pencairan.
Penyalurannya dilakukan melalui Bank Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Karakter program ini berbeda dari bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang masih berjalan.
Warga yang ingin memastikan kelengkapan data kependudukannya siap digunakan dalam proses verifikasi bansos perlu memperhatikan sejumlah syarat dasar berikut:
Untuk mengantisipasi kesimpangsiuran informasi, masyarakat dapat memeriksa status kepesertaan bantuan sosial reguler yang masih aktif disalurkan pemerintah melalui portal resmi Kementerian Sosial. Langkahnya sebagai berikut:
Sistem akan menampilkan data kepesertaan bansos sesuai identitas yang diinput. Jika terdaftar sebagai penerima bansos reguler, kolom status akan menunjukkan keterangan "YA". Jika tidak terdaftar, layar akan menampilkan keterangan "Tidak Terdapat Peserta/PM".
Selain melalui situs web, masyarakat dapat memantau status bansos Kemensos secara mandiri melalui aplikasi resmi di ponsel pintar. Caranya:
Sistem akan menampilkan data penerima lengkap dengan kolom informasi peringkat desil dan status penyaluran bansos.
BLT Kesra 2025 disalurkan melalui Himbara dan PT Pos Indonesia dengan masa penyaluran berakhir pada Desember 2025. Sampai sekarang belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal, nominal, maupun bank penyalur untuk periode berikutnya.
Masyarakat yang menemukan informasi soal pencairan BLT Kesra 2026 sebaiknya memeriksa langsung ke kanal resmi Kementerian Sosial atau Komdigi. Informasi lengkap mengenai program bantuan sosial yang masih berjalan dapat diakses melalui cekbansos.kemensos.go.id.
Warga diimbau tidak mengklik tautan pendaftaran yang tidak jelas asalnya dan tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang mengaku sebagai petugas penyalur bantuan. Pengaduan terkait dugaan penipuan bansos dapat disampaikan ke kanal resmi Kemensos maupun Komdigi.