BALI — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (17/9/2026) di level 6.462 atau naik 0,4% dibandingkan posisi sebelumnya. Penguatan indeks ditopang tiga sektor sekaligus, dengan saham konsumen non primer memimpin kenaikan hingga 1,63%. Nilai transaksi harian tercatat Rp13,93 triliun dari 28,54 miliar saham yang berpindah tangan.
Bursa saham domestik menutup sesi dengan posisi nyaris menyentuh titik tertinggi harian di 6.500. Sepanjang perdagangan intraday, IHSG sempat menyentuh level terendah 6.418 pada pagi hingga siang hari sebelum berbalik arah dan bertahan di zona hijau hingga bel penutupan.
Tiga sektor menjadi motor utama penguatan indeks. Sektor konsumen non primer mencatat kenaikan terbesar 1,63%, disusul sektor energi 1,16%, dan konsumen primer 0,88%.
Kinerja sektor konsumen non primer yang melesat 1,63% menempatkannya sebagai kontributor terbesar bagi penguatan IHSG sesi kemarin. Sektor energi menyusul dengan kenaikan 1,16%, sementara konsumen primer menambah 0,88%.
Ketiga sektor tersebut bergerak berlawanan dengan sebagian saham lain yang masih tertekan. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 384 saham berhasil menghijau, sementara 244 saham melemah dan 164 saham stagnan di posisi harga penutupan sebelumnya.
Likuiditas pasar cukup deras pada sesi Kamis. Volume perdagangan yang mulai didominasi tren pembelian mencapai 28,54 miliar saham, dengan nilai transaksi diselesaikan Rp13,93 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat 1,86 juta kali transaksi. Angka ini menunjukkan aktivitas jual-beli yang relatif ramai meski IHSG hanya bergerak terbatas di kisaran 6.418–6.500 sepanjang hari.
Penutupan di 6.462 membuat IHSG bertahan di atas level 6.400 selama sepekan terakhir. Level tertinggi harian yang nyaris tersentuh di 6.500 menjadi resistensi terdekat yang perlu ditembus untuk melanjutkan tren penguatan.
Dominasi tren pembelian pada volume perdagangan mengindikasikan pelaku pasar masih menempatkan posisi beli di sejumlah sektor siklikal. Sektor konsumen non primer dan energi yang sensitif terhadap permintaan domestik dan harga komoditas menjadi pilihan utama pada sesi ini.
Bagi investor, komposisi 384 saham menguat berbanding 244 saham melemah menunjukkan pasar masih memiliki tenaga untuk bergerak naik, meski tidak merata ke seluruh sektor. Frekuensi transaksi 1,86 juta kali mengonfirmasi bahwa arus dana masuk tidak hanya terpusat di saham-saham berkapitalisasi besar.