DENPASAR — Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap sektor penerbangan di Bali tidak merata. Rute internasional disebut aman, sementara lalu lintas domestik yang terkoneksi dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami penurunan penumpang cukup signifikan sejak akhir pekan.
Koster mengungkapkan, dalam situasi normal, penerbangan domestik ke Bandara I Gusti Ngurah Rai membawa sekitar 12.000 hingga 16.000 orang per hari. Angka itulah yang kini terganggu akibat penutupan sementara Bandara Soetta.
Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta tidak hanya menahan penumpang yang hendak ke Jakarta. Koster menjelaskan, para calon penumpang yang menggunakan Jakarta sebagai titik transit menuju Bali juga ikut terdampak.
“Kemarin saya koordinasi dengan Angkasa Pura. Bandara Soekarno-Hatta tutup, sehingga penerbangan menuju Soekarno-Hatta dan ke daerah lain yang terkoneksi dengan Soekarno-Hatta, termasuk penumpang kita yang di Bali mau kembali ke Jakarta, kemarin tidak bisa,” katanya usai Sidang Paripurna DPRD Bali, Senin (7/9/2026).
Koster menyebut, pihak Angkasa Pura telah menangani penumpang yang terdampak penutupan bandara. Sejumlah penumpang yang gagal terbang mendapat pengembalian dana atau refund tiket.
Menariknya, sebagian penumpang justru memilih memperpanjang masa tinggal mereka di Bali sembari menunggu kondisi penerbangan kembali normal. Hal ini dinilai Koster sebagai bentuk pemahaman publik atas peristiwa alam yang terjadi.
“Sudah ditangani oleh pihak Angkasa Pura dan kemudian ada refund tiket, dan penumpang sangat memahami situasi karena ini adalah peristiwa alam. Tidak bisa kembali. Itu pada umumnya menambah hari untuk menginap di Bali,” jelasnya.
Di tengah gangguan rute domestik, Koster memastikan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tidak terdampak. Ia bahkan menyebut ada sedikit peningkatan jika dibandingkan tahun lalu.
“Pariwisata kalau internasional tidak ada masalah. Ada sedikit peningkatan dari year-on-year-nya,” kata Koster.
Gubernur berharap erupsi Gunung Anak Krakatau segera berakhir agar penerbangan domestik dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bali dan daerah lain bisa kembali normal. Ia mengaku belum mengecek kondisi penerbangan domestik pada Senin (7/9/2026), namun memastikan penurunan terjadi pada Minggu (6/9/2026).