DENPASAR — Dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap lalu lintas penerbangan di Bali terus bertambah. Hingga Minggu (6/9) pukul 15.30 Wita, jumlah penerbangan yang terganggu di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai meningkat menjadi 42 penerbangan, naik signifikan dari sebelumnya yang tercatat 17 penerbangan.
Ratusan calon penumpang sempat menunggu di area keberangkatan karena jadwal yang berubah mendadak. Maskapai penerbangan juga terlihat sibuk memberikan informasi terbaru terkait pembatalan dan pengalihan jadwal kepada para penumpangnya.
Di tengah kabar terganggunya transportasi udara, umat Hindu di Bali serentak merayakan Rahina Tumpek Uye yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Uye, Sabtu (5/9). Perayaan yang identik dengan penghormatan terhadap satwa ini tidak hanya diisi dengan persembahyangan di pura maupun di rumah masing-masing.
Beragam aksi nyata mewarnai peringatan tersebut di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Mulai dari pelaksanaan vaksinasi rabies massal untuk hewan peliharaan hingga kegiatan pelepasan satwa ke habitat aslinya menjadi wujud nyata menjaga keseimbangan alam.
Kabar kemenangan PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar tidak lantas membuat pembangunan Lift Kaca di Pantai Kelingking, Nusa Penida, Klungkung, bisa langsung dilanjutkan. Satpol PP Bali dan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali menegaskan masih ada tahapan hukum yang harus dihormati.
Pihak terkait menyatakan berbagai persyaratan administratif dan regulasi tetap wajib dipenuhi sebelum proyek fasilitas tersebut dapat kembali berjalan. Keputusan pengadilan dinilai bukan menjadi "tiket" otomatis untuk melanjutkan pembangunan di lokasi yang sebelumnya sempat menjadi polemik tersebut.