BANGLI — Program pengabdian masyarakat yang digagas Undiksha ini berlangsung selama enam bulan, terhitung sejak Mei hingga Oktober 2026. Skema yang diusung adalah Pemberdayaan Berbasis Wilayah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, M.Si., menegaskan bahwa reforestasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Menurutnya, kepedulian warga terhadap kelestarian hutan akan tumbuh ketika mereka merasakan manfaat ekonomi dari pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.
“Reforestasi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan, kepedulian terhadap keberadaan dan kelestarian hutan juga akan semakin kuat,” ujar Astra Wesnawa pada Rabu (19/8/2026).
Transfer teknologi berupa mesin roasting kopi menjadi salah satu inti program ini. Mesin tersebut dilengkapi pengatur suhu, speed control, sistem cooling, blower, serta komponen pendukung lainnya.
Dengan peralatan ini, petani tidak lagi bergantung pada penjualan bahan mentah. “Mesin roasting ini merupakan bagian pendukung dari program. Harapannya, kopi tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Selain menyerahkan alat, tim Undiksha juga memberikan pendampingan teknis terkait pengoperasian dan perawatan mesin kepada mitra LPHD Sumber Wana.
Program bertajuk “Reforestasi Kawasan Hutan Berbasis Green Technology untuk Mitigasi Perubahan Iklim dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat di Desa Pengejaran, Kintamani, Bangli” ini melibatkan Pemerintah Desa Pengejaran dan LPHD Sumber Wana. Fokus utamanya adalah memulihkan fungsi ekologis hutan sekaligus mengembangkan komoditas unggulan setempat.
Hingga program berakhir pada Oktober 2026, Undiksha berharap reforestasi di Desa Pengejaran dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan teknologi ramah lingkungan.