BALI — Misteri serangan di pangkalan udara Engels-2 akhirnya terkuak. Drone yang menghancurkan bomber strategis Tu-95MS bulan lalu adalah MICH 2000, pesawat nirawak tipe flying-wing salinan dari ZTK-150 buatan China. Fakta ini terungkap dalam laporan pabrikan yang dirilis outlet pertahanan Oboronka.
Drone ini dibuat khusus oleh pabrikan tanpa nama untuk pusat operasi khusus 'Alpha' milik Dinas Keamanan Ukraina (SBU). MICH 2000 mampu membawa hulu ledak hingga 60 kg dengan jangkauan 2.000 km.
Pada konfigurasi dasar, MICH 2000 dibanderol US$ 48.000 atau sekitar Rp 792 juta. Angka ini lebih murah US$ 2.000 dibandingkan ZTK-150 yang menjadi sumber inspirasinya. Proses pengembangan dimulai ketika tim Ukraina mengikuti pelatihan pilot di pabrik China pada akhir 2023.
China memberlakukan pembatasan ekspor drone sipil pada pertengahan 2023 setelah unit Ukraina mengonversi airframe seperti Mugin-5 PRO menjadi amunisi serang jarak jauh. Tim pengembang Ukraina yang tiba di pabrik China menemukan ZTK-150 sedang diproduksi. Mereka mencoba membeli teknologi manufakturnya, namun manajemen pabrik menolak.
Perantara kemudian menawarkan pelatihan pilot sebagai gantinya. "Sambil mengikuti pelatihan, kami memotret semua yang ada di sana," kata salah satu anggota tim kepada Oboronka. Laporan ini telah disetujui sebelumnya oleh pabrikan dan SBU. Tim tersebut pulang membawa delapan unit drone.
Prototipe pertama buatan Ukraina jatuh hanya 1 km setelah lepas landas pada musim panas 2024. Uji terbang ketiga juga gagal setelah dijatuhkan oleh peperangan elektronik Rusia. Pada misi tempur perdananya bulan Oktober, satu dari tiga drone tertembak jatuh dan dua lainnya meleset sekitar 10 meter dari sasaran.
Meski demikian, Alpha tetap memesan produksi massal. Kini hampir tidak ada lagi komponen ZTK-150 yang tersisa di MICH 2000 selain bentuk dasarnya. Dua tahun pengembangan berhasil melokalisasi mesin, hulu ledak, badan pesawat, dan roket pendorong dari puluhan pemasok Ukraina.
Kandungan lokal saat ini mencapai 85 persen dari nilai drone. Namun, pemasangan antena navigasi CRPA yang tahan gangguan menurunkan angka tersebut menjadi 55 persen. Antena ini dibanderol US$ 20.000 hingga US$ 25.000 dan hanya diproduksi segelintir perusahaan di dunia.
Pabrikan MICH 2000 membangun sekitar 6.000 drone per tahun dalam delapan varian. Pembeli bisa memilih komunikasi analog, digital, atau Starlink. Perusahaan menginvestasikan sekitar US$ 1 juta per bulan untuk riset dan pengembangan sambil menargetkan kapasitas 10.000 unit per tahun.
Alpha telah meluncurkan ribuan MICH 2000 ke ratusan sasaran. Target yang pernah dihantam termasuk pusat logistik Wildberries di Oblast Ryazan, sistem peperangan elektronik anti-Starlink di dekat Gelendzhik, dan pelabuhan Ust-Luga yang diserang dengan lebih dari 20 drone sekaligus.
SBU menyatakan serangan di Engels-2 merobek bagian ekor Tu-95MS dan citra satelit kemudian mengonfirmasi kehancuran bomber tersebut. Penerus MICH 2000 bernama MICH+ tengah dikembangkan dengan menghilangkan canard depan dan membawa hulu ledak 70 kg dengan jangkauan 600 km, ditargetkan di harga US$ 40.000.
Pengembangan MICH 2000 menunjukkan bagaimana Ukraina membangun industri drone serang jarak jauh secara mandiri. Dengan biaya produksi yang relatif rendah dibandingkan nilai target yang dihancurkan, drone jenis ini menjadi tulang punggung strategi serangan jarak jauh Kyiv.