KARANGASEM — Lahan pertanian di kaki Gunung Agung, tepatnya di Desa Wates, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, berubah wajah. Di atas lahan tersebut, I Made Karsa membudidayakan melon dengan metode rumah tanam atau greenhouse, sebuah langkah yang jarang ditemui di kawasan timur Bali ini.
Tanaman yang mulai ditanam pada 10 Juli 2026 itu diharapkan membawa hasil berkualitas tinggi. I Made Karsa menyebutkan, masa pertumbuhan hingga panen diperkirakan berlangsung selama tiga bulan, sehingga pemanenan akan dimulai sekitar Oktober mendatang.
Keputusan memilih melon bukan tanpa pertimbangan. Menurut I Made Karsa, komoditas ini unggul karena waktu berbuahnya relatif singkat dibandingkan tanaman lain. Perawatan hariannya pun dinilai tidak terlalu rumit, menjadikannya pilihan rasional bagi petani yang ingin mendapatkan hasil dalam siklus cepat.
Metode penanaman pun dilakukan dengan presisi. Setiap wadah atau polybag hanya diisi satu bibit tanaman melon.
Sistem satu wadah untuk satu tanaman ini dipilih agar pertumbuhan akar dan batang dapat terkontrol secara maksimal. Dengan begitu, asupan nutrisi tidak perlu diperebutkan oleh beberapa tanaman sekaligus, dan pemantauan kondisi fisik tanaman bisa dilakukan lebih detail.
Di balik prospek panen yang menjanjikan, ada satu ganjalan yang terus diwaspadai. I Made Karsa mengungkapkan bahwa gangguan ulat menjadi momok utama dalam proses budidaya ini. Serangan hama tersebut dinilai mampu menghambat laju pertumbuhan tanaman secara signifikan.
Untuk mengantisipasi hal itu, perawatan dan pemantauan rutin menjadi agenda wajib. Kondisi daun dan batang diperiksa secara berkala agar serangan hama dapat ditangani sejak dini, sebelum menyebar ke seluruh bagian kebun.
Keberadaan kebun melon ini tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga menghadirkan estetika baru di kawasan pedesaan. Hamparan tanaman hijau yang tertata rapi di dalam terowongan plastik greenhouse, dengan latar siluet Gunung Agung, berpotensi menjadi daya tarik wisata pertanian bagi wisatawan yang melintas di jalur Karangasem menuju Bukit Asah atau Tirta Gangga.