BALI — Pabrikan asal China itu memperkenalkan Qin Max sebagai sedan segmen B yang menyasar pembeli muda. Model ini melengkapi lini Qin yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan BYD, diposisikan satu tingkat di atas Qin L. Peluncuran dilakukan hanya berselang beberapa hari setelah BYD merilis Seal 06 yang punya dimensi serupa.
Qin Max memiliki panjang 4.866 mm, lebar 1.880 mm, dan tinggi 1.495 mm dengan jarak sumbu roda 2.820 mm. Angka itu membuatnya sedikit lebih panjang dari Tesla Model 3 yang dijual di China. Meski demikian, banderolnya jauh lebih rendah—Model 3 versi termurah dibanderol 235.500 yuan atau sekitar Rp 3,77 miliar dengan jarak tempuh CLTC 634 km.
Varian listrik murni tersedia dalam dua pilihan tenaga motor: 160 hp (120 kW) dan 321 hp (240 kW). Sementara itu, versi plug-in hybrid (DM-i) mengombinasikan mesin 1.500 cc dengan motor listrik 234 hp (175 kW).
Teknologi utama yang diunggulkan adalah paket baterai Blade 2.0 yang dipadukan dengan sistem Flash Charging. BYD mengklaim pengisian dari 10 persen ke 70 persen hanya butuh lima menit, dan untuk mencapai 97 persen atau yang dianggap penuh, pengguna hanya perlu menunggu sembilan menit. Ini menjadi nilai jual utama di kelasnya karena waktu charging hampir setara dengan waktu berhenti di SPBU.
Untuk varian DM-i, BYD menyebut jarak tempuh listrik murni mencapai 320 km dan total jarak tempuh kombinasi 2.370 km. Artinya, untuk pemakaian harian di perkotaan, konsumen bisa jarang mengisi bahan bakar.
Kabin Qin Max mengusung layar infotainment 15,6 inci di tengah dan panel instrumen digital 8,8 inci untuk pengemudi. Yang menarik, BYD menyematkan sistem bantuan mengemudi God's Eye B yang selama ini lebih sering dipasang pada model dengan harga lebih tinggi.
Perangkat ini mengandalkan LiDAR yang dipasang di atap, mendukung fitur Navigasi on Autopilot (NOA) untuk jalan tol dan perkotaan. Dengan harga mulai 109.900 yuan, fitur ini membuat Qin Max EV tampil kompetitif melawan sedan listrik sekelas di pasar China yang kini dipadati pemain baru.
Menariknya, Qin Max EV dibanderol sama persis dengan Seal 06 yang diluncurkan awal pekan ini. Perbedaannya hanya pada jalur pemasaran: Qin Max berada di bawah lini Dynasty, sedangkan Seal 06 masuk keluarga Ocean Series. Secara teknis, keduanya nyaris identik—sedan listrik ukuran Tesla Model 3 dengan harga setengahnya.
Strategi ini membuat BYD menguasai dua segmen sekaligus tanpa menciptakan konflik internal yang berarti. Konsumen tinggal memilih gaya desain yang lebih sesuai, tanpa perlu memikirkan perbedaan spesifikasi yang signifikan.