BALI — Lestari Moerdijat menegaskan Gerakan Pramuka tidak boleh berhenti pada kegiatan kepanduan seremonial. Organisasi yang identik dengan setangan leher dan tongkat itu harus bergerak nyata menyiapkan generasi produktif yang mampu mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan nasional.
"Saatnya para pemuda menciptakan kepemimpinan yang kolaboratif. Anak-anak muda generasi saat ini harus siap menerima tongkat estafet menuju Indonesia Emas. Para pemuda harus bergerak sekarang," ujar Lestari dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menyoroti besarnya potensi penduduk usia produktif yang mencapai 70 persen dari total populasi Indonesia. Jika tidak dikelola dengan kebijakan dan pendampingan yang tepat, ledakan jumlah penduduk muda justru berisiko menjadi beban pembangunan.
Menurut Lestari, pembentukan karakter melalui pendidikan kepramukaan menjadi salah satu jawaban untuk mencegah kegagalan dalam memanfaatkan momentum demografis tersebut. Ia menilai nilai-nilai yang ditanamkan di Pramuka sejalan dengan kebutuhan kepemimpinan masa depan.
Wakil Ketua MPR itu menekankan bahwa kepemimpinan yang dibangun melalui Gerakan Pramuka harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Selain itu, empat pilar utama visi Indonesia Emas 2045 wajib menjadi kerangka kerja organisasi dalam mencetak kader-kader unggul.
Empat pilar yang dimaksud mencakup kedaulasan dan persatuan, pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, hingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
Lestari yang akrab disapa Rerie ini mengajak seluruh jajaran Pramuka memaknai peringatan HUT ke-65 dengan introspeksi dan penguatan organisasi. Tema yang diusung tahun ini, "Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045", dinilainya relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini.
Ia menegaskan Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis sebagai wahana pembentukan karakter dan kepemimpinan pemuda. Eksistensi organisasi kepanduan terbesar di Indonesia itu harus terus dikokohkan agar kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia semakin terasa.
"Gerakan Pramuka harus mampu menjadi satu instrumen yang efektif dalam upaya membentuk generasi unggul dan berjiwa kebangsaan. Ini adalah kunci mencetak generasi emas 2045," pungkas Rerie.
Pernyataan ini muncul di tengah upaya pemerintah mempercepat berbagai program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan, yang membutuhkan partisipasi aktif generasi muda di berbagai daerah.