DENPASAR — Ardha Candra, Art Centre Denpasar, berubah menjadi panggung raksasa pada Sabtu (1/8) malam. Ribuan warga Bali dari berbagai kabupaten memadati area konser untuk menyaksikan perayaan Rahina Tumpek Klurut yang dikemas sebagai ajang hiburan gratis oleh Pemprov Bali.
Panggung yang biasanya digunakan untuk pagelaran seni budaya itu kali ini menghadirkan deretan musisi yang namanya sudah melekat di telinga masyarakat Bali. Bagus Wirata, Lolot Band, Joni Agung, Leeyonk Sinatra, hingga Yong Sagita tampil bergantian menghibur penonton yang sejak sore telah memenuhi bangku-bangku yang disediakan.
Perayaan ini bukan sekadar konser musik. Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa Tumpek Klurut merupakan salah satu warisan kearifan lokal yang harus terus dipahami generasi muda. Kata "Klurut" sendiri mengandung makna kelembutan hati dan upaya menciptakan suasana damai dalam kehidupan bermasyarakat.
"Masyarakat Bali harus tahu apa itu tumpek klurut dan juga nilai kearifan lokal lainnya supaya kita generasi penerus memahami dan menghayati kearifan lokal leluhur Bali yang diwariskan kepada kita semua," ujar Koster di sela-sela acara.
Dalam tradisi masyarakat Bali, Tumpek Klurut memiliki keterkaitan erat dengan dunia seni. Seni dalam pandangan masyarakat Bali tidak diposisikan sekadar sebagai hiburan semata, melainkan media untuk memperhalus budi pekerti dan mempererat hubungan antarmanusia.
Momentum hari kasih sayang ini dimanfaatkan Gubernur Koster untuk memberikan perhatian konkret kepada generasi muda Bali. Sebanyak 30 siswa-siswi dari jenjang SMA, SMK, dan SLB di Bali menerima tali kasih langsung dari orang nomor satu di Provinsi Bali tersebut.
Bantuan yang diserahkan di hadapan ribuan penonton itu diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para pelajar untuk terus berkarya dan berprestasi. Koster menyebut para pelajar ini kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin Bali di masa depan, sehingga investasi pendidikan dan perhatian terhadap mereka menjadi hal yang penting.
Peringatan Rahina Tumpek Klurut tahun ini tidak berhenti pada konser musik dan pemberian bantuan pendidikan. Pemprov Bali juga membagikan hidangan kepada masyarakat melalui tenant-tenant yang telah ditentukan di masing-masing kabupaten dan kota.
Selain itu, pelayanan kesehatan gratis juga digelar serentak untuk seluruh masyarakat Bali melalui fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta yang tersebar di seluruh wilayah Bali. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa perayaan Tumpek Klurut di Bali tidak hanya dimaknai secara seremonial, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Antusiasme warga yang memadati Art Centre hingga larut malam menjadi bukti bahwa tradisi dan hiburan dapat berjalan beriringan. Perayaan yang dikemas dengan konsep kekinian ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk terus mengenal dan melestarikan kearifan lokal Bali.