Hari Anak Nasional 2026 di Jembrana, Bupati Kembang Warnai Teknologi dengan Penguatan Karakter dan Budaya Lokal

Penulis: Darmawan Putra  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 19:06:01 WIB
Ribuan pelajar memadati Gedung Kesenian Ir. Soekarno untuk mengikuti puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Jembrana.

NEGARA — Ribuan pelajar dari berbagai tingkatan di Kabupaten Jembrana memadati Gedung Kesenian Ir. Soekarno untuk mengikuti puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui senam bersama, lomba video edukatif, hingga pelantikan pengurus Forum Anak Daerah (FAD) periode terbaru.

Momentum tahunan ini tidak hanya dimeriahkan dengan kegiatan seremonial. Pemkab Jembrana juga menyalurkan bantuan sosial kepada anak-anak yang membutuhkan serta memberikan apresiasi kepada para pemenang lomba video edukatif, sebuah bentuk dukungan terhadap kreativitas pelajar di tengah kemajuan teknologi.

Pelantikan Forum Anak Daerah Jadi Wadah Aspirasi Pelajar

Di sela-sela acara, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan melantik kepengurusan Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Jembrana. Keberadaan forum ini dinilai strategis sebagai wadah partisipasi anak untuk menyampaikan aspirasi dan berkontribusi dalam proses pembangunan daerah.

Bupati Kembang mengingatkan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti pada tataran seremonial belaka. Momen ini, menurutnya, adalah pengingat kolektif bagi seluruh elemen masyarakat tentang tanggung jawab bersama dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

"Peringatan ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa anak-anak adalah harapan dan masa depan kita. Tugas kita bersama adalah membentuk mereka menjadi pribadi yang baik, berkarakter, memiliki cita-cita tinggi, serta berani mencoba hal-hal baru," ujar Bupati Kembang dalam sambutannya.

Bupati Soroti Perubahan Pola Belajar di Tengah Dominasi AI

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Jembrana itu juga menyoroti lanskap pendidikan yang bakal berubah drastis di masa depan. Ia menyebut metode belajar anak-anak kini mulai bergeser dari buku fisik menuju perangkat digital, termasuk pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menghadapi perubahan ini, Bupati Kembang mengingatkan agar kemajuan teknologi tidak lantas mengikis identitas dan jati diri anak-anak Bali. Adaptasi terhadap teknologi harus dibarengi dengan fondasi budaya yang kuat agar generasi muda tidak tercabut dari akar tradisinya.

"Hari ini anak-anak kita mungkin masih belajar menggunakan buku. Ke depan, mereka akan lebih banyak belajar melalui ponsel, teknologi, hingga Artificial Intelligence (AI). Namun, harapan saya, kemajuan teknologi ini tidak boleh membuat mereka lupa atau keluar dari akar budaya dan tradisi kita," tambahnya.

Peran Pendidik dan Orang Tua di Era Digital

Di penghujung acara, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendidik di Kabupaten Jembrana atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus. Ia berharap sinergi antara sekolah dan keluarga terus diperkuat.

Imbauan serupa juga ditujukan kepada para orang tua. Pendampingan aktif di rumah dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga anak-anak tetap aman dan positif saat berselancar di dunia digital, sekaligus memastikan nilai-nilai budaya dan agama tetap tertanam dalam keseharian mereka.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: balinetizen.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top