BALI — Ramalan hari baik berdasarkan Kalender Hindu Bali pada 28 Juli 2026 memberikan petunjuk spesifik bagi masyarakat yang ingin memulai berbagai kegiatan. Meski ada sektor yang mendapat momentum baik, seperti pertanian dan peternakan, beberapa aktivitas justru tidak disarankan.
Salah satu peringatan utama dalam ramalan hari ini adalah Kala Sarang. Hari ini disebut mengandung sifat boros, sehingga tidak baik digunakan untuk berbelanja atau aktivitas konsumtif lainnya.
Masyarakat yang memiliki rencana belanja besar disarankan untuk menunda atau memilih hari lain yang lebih tepat.
Sebaliknya, hari Pepedan justru dinilai baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, ada catatan penting: hari ini tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Selain itu, Panca Prawani disebut sebagai hari yang tidak baik dipakai untuk dewasa ayu (pernikahan). Begitu pula dengan Purwani yang juga tidak baik untuk upacara dewasa.
Kalender Bali Digital juga mencatat Kala Dangu sebagai hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. Sementara itu, Kala Temah merupakan hari yang tidak baik untuk dewasa ayu.
Masyarakat yang berencana menggelar pernikahan atau pindah rumah pada tanggal ini disarankan untuk mencari alternatif hari yang lebih baik.
Di sisi lain, Sri Tumpuk menjadi hari yang baik untuk mencari burung atau mepikat. Tunut masih juga dinilai baik untuk melas rare (bayi menetek) serta mulai mengajar atau melatih ternak bekerja.
Hari ini juga baik untuk membentuk perkumpulan atau organisasi, memulai membuka sekolah atau perguruan, serta untuk nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) untuk diisi tali pengikat.
Dalam perhitungan lebih lanjut, Pararasan hari ini adalah Laku Api, sementara Pancasudanya adalah Wisesa Segara. Ekajalaresi tercatat sebagai Suka Pinanggih, dan Pratiti-nya adalah Bhawa.
Kombinasi ini menunjukkan bahwa meski ada beberapa pantangan, hari tetap memiliki potensi keberuntungan di sektor tertentu, terutama yang berkaitan dengan alam dan komunitas.