BALI — TechCrunch Disrupt 2026, yang akan digelar pada 13-15 Oktober di San Francisco's Moscone Center, tidak hanya akan membahas startup dan aplikasi AI. Untuk pertama kalinya, acara ini menghadirkan panggung khusus bernama Smart Systems Stage yang menyoroti masalah fundamental yang jarang dibahas: krisis infrastruktur energi.
AI tidak berjalan hanya dengan kode. Setiap permintaan ke model bahasa besar seperti GPT atau Gemini membutuhkan daya komputasi yang masif, yang berarti konsumsi listrik raksasa. Permintaan ini, menurut penyelenggara, telah menjadi hambatan kritis (bottleneck) yang memperlambat pertumbuhan industri.
Pertumbuhan data center yang melonjak akibat AI generatif membuat jaringan listrik global kewalahan. Banyak utilitas listrik di Amerika Serikat, misalnya, kesulitan memodernisasi infrastruktur tua yang sudah berusia puluhan tahun. Akibatnya, operator data center harus berlomba-lomba mengamankan pasokan listrik sebelum ekspansi bisa dilakukan.
Panggung Smart Systems Stage akan menjawab pertanyaan ini secara langsung. Sesi "AI's Power