BALI — Program rekrutmen ini menyasar dua fasilitas utama BYD di kawasan Shenshan, yaitu pabrik komponen Ebu dan fasilitas manufaktur kendaraan Xiaomo. Berdasarkan laporan Carnewschina, Rabu (22/7), posisi yang dibuka mencakup operator produksi, staf teknis, inspektur kualitas, hingga tenaga manajemen.
Divisi ke-11 BYD yang berlokasi di Kawasan Xiaomo menjadi yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja, yakni 4.800 orang. Posisi yang dicari meliputi pekerja pelat logam, teknisi pelapis interior, dan staf gudang.
Sementara itu, Divisi ke-15 BYD membuka lowongan di dua kawasan berbeda. Di Kawasan Xiaomo, mereka membutuhkan 1.200 karyawan untuk posisi operator perakitan, teknisi pengelasan, dan teknisi foaming. Sedangkan di Kawasan Ebu, kebutuhan mencapai 2.000 orang untuk operator, penyetel mesin, dan juru las.
BYD menawarkan paket kompensasi yang bervariasi berdasarkan level keahlian. Untuk operator umum, gaji bulanan dimulai dari 5.000 yuan atau sekitar Rp13,2 juta. Posisi teknis spesialis seperti juru las dan teknisi listrik mendapatkan upah 10.000 yuan atau kisaran Rp26,4 juta per bulan.
Adapun teknisi senior atau desainer cetakan, bayarannya berada di kisaran 15.000 hingga 20.000 yuan per bulan, setara Rp39,6 juta hingga Rp52,8 juta.
Kawasan Industri Otomotif BYD Shenshan bukan sekadar pabrik perakitan biasa. Fasilitas ini memproduksi model-model menengah hingga premium seperti Fang Cheng Bao Tai 7 (FCB Ti7), serta model yang difokuskan untuk pasar ekspor seperti Song Plus dan Song Pro.
Tahun lalu, pabrik ini berhasil memproduksi lebih dari 300.000 unit kendaraan. Setelah beroperasi penuh, kawasan ini diproyeksikan memiliki nilai output tahunan mencapai 220 miliar yuan atau setara Rp581,8 triliun.
Rekrutmen besar-besaran ini merupakan bagian dari strategi ekspansi global BYD. Perusahaan tidak hanya menggenjot produksi di China, tetapi juga memperkuat lokalisasi di berbagai negara.
Di Brasil, pabrik lokal BYD baru saja merayakan produksi kendaraan energi baru ke-100.000 dengan jumlah tenaga kerja kini melebihi 5.500 orang. Di Hongaria, pembangunan pabrik kendaraan penumpang pertama BYD di Eropa tengah berlangsung di Szeged. Sementara di Thailand, pabrik Rayong yang merupakan basis produksi luar negeri pertama BYD telah memproduksi lima model, termasuk BYD Dolphin, Atto 3, dan Seal 5 DM-i.
Lonjakan permintaan global ini juga tercermin dari data China Association of Automobile Manufacturers. Ekspor kendaraan dari China pada paruh pertama 2026 telah melampaui 5 juta unit, naik 65,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BYD menjadi salah satu eksportir utama bersama Chery, SAIC, Geely, dan Changan.