DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster melontarkan permintaan yang tidak biasa dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali, Senin (20/7/2026). Di hadapan Menko Infrastruktur AHY, ia meminta jatah khusus sebesar Rp 5 triliun dari total devisa pariwisata yang disetorkan Bali ke kas negara.
Menurut Koster, kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata nasional mencapai 55 persen, atau senilai Rp 176 triliun dari total Rp 319 triliun. Angka itu disebutnya jauh melampaui kontribusi provinsi lain, namun ironisnya infrastruktur di Bali justru mulai tertinggal.
Koster membeberkan data bahwa pertumbuhan ekonomi Bali pada 2025 mencapai 5,82 persen — tertinggi di antara provinsi tanpa sumber daya alam. Namun, ia menilai angka itu bisa tergerus jika akses jalan, bandara, dan pelabuhan tidak diperbarui.
"Jadi masalah utama kami adalah infrastruktur untuk meningkatkan kapasitas daya saing kepariwisataan Bali supaya pariwisata Bali itu betul-betul bisa naik kelas, berkelanjutan. Itu yang betul-betul kami butuhkan," kata Koster dalam paparannya.
Politikus PDIP itu meyakinkan pemerintah pusat bahwa anggaran Rp 5 triliun bukan sekadar belanja, melainkan investasi yang balik modalnya cepat. Ia membandingkan kondisi Bali dengan destinasi pesaing di Asia Tenggara seperti Vietnam, Singapura, Malaysia, hingga Thailand yang infrastrukturnya lebih maju.
"Sehingga saya yakin kalau anggaplah itu investasi, infrastruktur ke Bali Rp 5 triliun itu balik modalnya cepat Pak, jadi ekonominya bergerak," ujar Koster.
Ia memperingatkan bahwa tanpa perbaikan infrastruktur, pariwisata Bali berpotensi macet dan devisa negara dari sektor itu bisa terus menurun. "Bisa macet terus pariwisata Bali itu akan bisa mengalami kemerosotan dan devisa pariwisata itu juga akan terancam menurun terus dia," ungkapnya.
Dalam rapat itu, Koster juga menyoroti ketimpangan antara besarnya setoran devisa Bali dengan kondisi infrastruktur yang ada. Pulau kecil dengan kontribusi luar biasa terhadap devisa nasional, kata dia, justru kerap luput dari prioritas pembangunan pusat.
"Jadi Bapak bayangkan pulau yang kecil ini memiliki kontribusi yang luar biasa terhadap devisa pariwisata nasional," jelas Koster.
Belum ada keputusan resmi dari Menko AHY terkait permintaan tersebut. Rapat koordinasi disebut akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis bersama kementerian terkait untuk mengkaji usulan alokasi khusus bagi Bali.