Atap Puri Klungkung Roboh Saat Car Free Day, Ketua Fraksi Golkar Minta Pemerintah Segera Restorasi Bangunan Bersejarah

Penulis: Candra Setiabudi  •  Minggu, 19 Juli 2026 | 12:57:01 WIB
Atap sisi selatan Puri Klungkung roboh saat kawasan dipadati pengunjung Car Free Day, tanpa menimbulkan korban jiwa.

SEMARAPURA — Insiden robohnya atap di sisi selatan Puri Klungkung terjadi saat kawasan tersebut sedang ramai pengunjung Car Free Day. Material bangunan jatuh ke badan jalan, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Klungkung, I Nyoman Alit Sudiana, menyebut peristiwa ini sebagai alarm bagi semua pihak. Ia menekankan bahwa kondisi puri yang memiliki nilai sejarah tinggi tidak boleh dibiarkan rusak tanpa penanganan.

Mengapa Puri Klungkung Dianggap Vital bagi Sejarah Bali?

Menurut Alit Sudiana, keberadaan Puri Klungkung tidak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Gelgel dan Kerajaan Klungkung. Kedua kerajaan ini merupakan pusat pemerintahan dan sesuhunan raja-raja di Bali hingga Lombok pada masanya.

“Bali, khususnya Klungkung, tidak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Gelgel dan Kerajaan Klungkung sebagai sesuhunan raja-raja Bali-Lombok. Sangat memprihatinkan apabila kondisi puri yang memiliki nilai sejarah tinggi justru mengalami kerusakan seperti ini,” ujarnya.

Langkah Restorasi yang Diminta

Alit Sudiana berharap sinergi antara Kementerian Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Klungkung segera terbentuk. Pelestarian dan restorasi bangunan cagar budaya, kata dia, tidak hanya penting untuk menjaga warisan sejarah, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi pariwisata.

“Pelestarian maupun restorasi puri-puri di Klungkung tidak hanya menjaga warisan sejarah, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Ia mendorong agar kejadian robohnya atap bangunan tersebut menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan perhatian terhadap kondisi bangunan-bangunan bersejarah. Dengan begitu, warisan budaya ini tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: balinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top