DENPASAR — PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Bali per 18 Juli 2026. Keputusan ini membuat harga Premium, Solar, dan Pertalite tetap sama dengan periode sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi Pertamina, berikut daftar harga BBM yang berlaku di Provinsi Bali per 18 Juli 2026:
Untuk jenis BBM bersubsidi, harga Premium (RON 88) masih di angka Rp 6.450 per liter, sementara Solar Subsidi tetap Rp 5.150 per liter. Harga ini berlaku di seluruh SPBU di delapan kabupaten/kota di Bali, mulai dari Denpasar, Badung, Gianyar, hingga Buleleng.
Pertamina belum merilis pernyataan resmi terkait alasan penundaan penyesuaian harga. Namun, keputusan ini lazim dikaitkan dengan stabilitas harga minyak mentah dunia dan daya beli masyarakat. Sebelumnya, spekulasi kenaikan harga BBM sempat mengemuka di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Keputusan ini menjadi angin segar bagi para pengemudi ojek online, sopir angkutan umum, dan pelaku UMKM di Bali. “Setidaknya ongkos produksi belum naik. Kalau harga BBM naik, pasti kami ikut naikkan tarif,” ujar Wayan, seorang sopir angkutan wisata di kawasan Sanur. Di sisi lain, harga BBM yang stagnan juga membantu menjaga inflasi daerah selama musim liburan.
Belum ada kepastian. Pertamina biasanya mengevaluasi harga setiap awal bulan. Masyarakat diimbau memantau pengumuman resmi melalui aplikasi MyPertamina atau langsung di SPBU terdekat.