BADUNG — Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) Khofifah Indar Parawansa meminta para alumni yang berasal dari Bali untuk bersinergi mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali. Permintaan itu disampaikan Khofifah dalam pertemuan dengan pengurus IKA Unair Bali di Kabupaten Badung, Kamis (20/3).
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menyoroti dua isu utama yang bisa menjadi titik kolaborasi. Pertama, dukungan terhadap rencana pengembangan akses Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk yang menghubungkan Jawa Timur dan Bali. Menurutnya, kepadatan di pintu masuk kedua provinsi ini kerap terjadi, terutama saat libur panjang.
“Berangkat jalur mana pulang jalur mana kemarin dibahas, saya minta itu PSN agar lebih fokus, ada beberapa area yang harus dibebaskan,” ujar Khofifah. Ia menambahkan, Menteri Perhubungan telah memberi perhatian besar pada pengembangan jalur tersebut, sehingga perlu didorong menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN).
Jika persoalan kemacetan di kedua pelabuhan terselesaikan, Khofifah optimistis arus mudik Natal, Tahun Baru, Idul Fitri, hingga menjelang Nyepi tidak lagi menjadi momok bagi para pemudik.
Sektor kedua yang dibahas adalah potensi budidaya sapi wagyu. Khofifah menilai Bali memiliki kualitas sapi lokal yang sangat baik, dan hal ini bisa dikombinasikan dengan keberhasilan budidaya di Jawa Timur. Ia berharap transfer teknologi dan bibit bisa disalurkan melalui jaringan IKA Unair Bali.
“Saya rasa sangat banyak kebutuhan daging wagyu di Bali, selama ini 100 persen impor padahal daging wagyu itu di atas Rp1 juta per kg sehingga ini sumber ekonomi baru,” tutur Khofifah. Menurutnya, permintaan daging wagyu di Bali sangat tinggi, terutama untuk sektor pariwisata.
Dengan kolaborasi ini, para alumni tidak hanya membantu program Pemprov Bali, tetapi juga ikut andil dalam penguatan ekonomi masyarakat setempat.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua IKA Unair Bali Nyoman Dhukajaya memastikan ratusan anggotanya siap berkontribusi. Ia menekankan bahwa para alumni harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu memberikan solusi nyata.
“Harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu memberikan solusi nyata pada berbagai persoalan yang dihadapi Bali saat ini seperti ketimpangan pembangunan, persoalan sampah, kemacetan, pemerataan akses dan mutu pendidikan, kualitas layanan kesehatan, ketahanan lingkungan, hingga penguatan ekonomi,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, IKA Unair Bali memastikan akan membersamai Pemprov Bali dalam program ketahanan pangan dan ekonomi. Langkah awal yang direncanakan adalah berkolaborasi dengan Balai Inseminasi Buatan untuk mengembangkan budidaya sapi dengan kualitas unggul.