Laba BTN Tembus Rp2,4 Triliun di Semester I 2026, Rasio Kredit Macet Terkendali di Bawah 3 Persen

Penulis: Agus Hermawan  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 11:50:28 WIB
Rasio kredit macet BTN tercatat 2,9 persen pada akhir Juni 2026, menurun dari 3,5 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

BALI — BTN mencatatkan rasio NPL gross turun signifikan menjadi 2,9 persen pada akhir Juni 2026. Capaian ini membaik dibandingkan posisi 3,5 persen pada semester I 2025. Penurunan ini menjadi sinyal positif bagi bank spesialis pembiayaan perumahan tersebut, mengingat sektor properti kerap dihadapkan pada risiko kredit yang lebih tinggi.

Direksi BTN menyebut perbaikan ini hasil dari restrukturisasi kredit dan penagihan intensif. Bank juga memperketat proses underwriting untuk kredit baru, terutama segmen KPR bersubsidi yang menjadi tulang punggung bisnis perseroan.

“Kami fokus pada kualitas aset. Penurunan NPL ini menunjukkan bahwa strategi mitigasi risiko berjalan efektif,” demikian pernyataan manajemen BTN dalam keterangan resmi.

Penyaluran Kredit Tumbuh, KPR Subsidi Jadi Motor Utama

Di sisi bisnis, BTN menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 345,6 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 12,1 persen secara tahunan. Segmen KPR, khususnya KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 15 persen.

Pertumbuhan ini sejalan dengan program pemerintah yang mendorong kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. BTN, sebagai bank penyalur KPR bersubsidi terbesar di Indonesia, menikmati efek ganda dari kebijakan tersebut: volume kredit naik dan risiko kredit justru terkendali.

Dana Pihak Ketiga Tumbuh 10 Persen, Likuiditas Terjaga

Bank berkode saham BBTN ini juga mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 10,2 persen menjadi Rp 375,2 triliun. Komposisi dana murah (CASA) meningkat menjadi 58 persen dari total DPK, membantu menekan biaya dana (cost of fund).

Dengan struktur pendanaan yang lebih efisien, BTN mampu menjaga margin bunga bersih (NIM) di kisaran 4,7 persen. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat di level 18,5 persen, jauh di atas ambang batas regulator.

Performa semester I ini menjadi modal bagi BTN untuk mengejar target laba akhir tahun. Analis memperkirakan bank pelat merah ini bisa membukukan laba di atas Rp 5 triliun pada 2026 jika tren perbaikan kualitas kredit dan pertumbuhan kredit berlanjut.

Reporter: Agus Hermawan
Sumber: ekonomi.republika.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top