Perawatan Mobil Listrik Ternyata Tak Sama dengan Mobil Bensin, Ini Bedanya

Penulis: Zulfikar Ahmad  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:36:31 WIB
Perawatan mobil listrik berbeda secara mendasar dengan mobil bensin, terutama pada sistem penggerak dan baterai.

BALI — Anggapan bahwa mobil listrik hampir tidak perlu perawatan memang tidak sepenuhnya salah, tapi juga tidak sepenuhnya benar. Faktanya, EV memiliki jadwal dan komponen perawatan yang berbeda secara fundamental dari mobil konvensional. Jika pemilik tidak paham perbedaannya, risiko kerusakan justru bisa lebih besar dan biaya perbaikannya pun bisa lebih mahal.

Komponen Utama yang Berbeda dengan Mobil Bensin

Perbedaan paling mendasar ada pada sistem penggerak. Mobil listrik tidak punya mesin pembakaran internal, sehingga tidak perlu ganti oli mesin, busi, filter udara, atau timing belt. Namun, ada komponen khas EV yang justru menjadi prioritas utama perawatan.

  • Baterai traksi: Komponen termahal dan paling krusial. Performanya menurun secara alami seiring waktu dan siklus pengisian. Suhu ekstrem dan kebiasaan pengisian daya yang buruk bisa mempercepat degradasi.
  • Sistem pendingin baterai: Baterai lithium-ion butuh dijaga suhunya. Sistem pendingin (cairan atau udara) harus berfungsi baik, dan cairan pendinginnya perlu diperiksa secara berkala.
  • Motor listrik dan inverter: Komponen ini relatif awet karena minim gesekan, tapi konektor dan kabel tegangan tinggi harus diperiksa dari risiko korosi atau longgar.

Perawatan Berkala yang Justru Lebih Sederhana

Meski lebih sedikit, bukan berarti tidak ada. Beberapa item perawatan justru mirip dengan mobil biasa, tapi intervalnya bisa lebih panjang.

  • Ban: Bobot EV yang lebih berat dari mobil setara bensin membuat ban lebih cepat aus. Rotasi dan tekanan ban harus lebih sering diperiksa.
  • Rem: Sistem pengereman regeneratif membuat kampas rem lebih awet karena motor listrik ikut membantu memperlambat laju. Tapi minyak rem tetap perlu diganti sesuai jadwal pabrikan.
  • Filter kabin (AC): Sama seperti mobil bensin, filter ini perlu diganti secara berkala untuk menjaga kualitas udara di kabin.
  • Cairan wiper dan pendingin: Selain pendingin baterai, cairan untuk sistem AC dan wiper tetap perlu diisi ulang.

Biaya Perawatan: Lebih Murah Tapi Lebih Spesifik

Secara umum, biaya perawatan EV lebih rendah karena lebih sedikit komponen bergerak yang perlu diganti. Tidak ada biaya ganti oli, busi, atau timing belt. Namun, jika ada masalah pada baterai atau sistem tegangan tinggi, biaya perbaikannya bisa sangat mahal karena teknisi dan suku cadang masih terbatas di Indonesia.

Pemilik EV disarankan untuk selalu mengikuti buku panduan perawatan dari pabrikan dan tidak melewatkan servis berkala di bengkel resmi yang sudah bersertifikasi untuk kendaraan listrik. Mengabaikan perawatan sistem pendingin baterai, misalnya, bisa berakibat fatal pada performa dan daya tahan baterai.

Kebiasaan Mengisi Daya yang Mempengaruhi Umur Baterai

Salah satu aspek perawatan yang paling berpengaruh adalah kebiasaan mengisi daya. Mengisi baterai hingga 100 persen setiap hari atau membiarkannya kosong terlalu lama justru bisa mempercepat degradasi. Sebagian besar pabrikan merekomendasikan untuk mengisi daya hingga 80-90 persen untuk penggunaan harian, dan hanya mengisi penuh saat akan melakukan perjalanan jauh.

Selain itu, penggunaan pengisi daya cepat (DC fast charging) secara terus-menerus juga bisa meningkatkan suhu baterai dan memperpendek umurnya. Sebaiknya, gunakan pengisi daya lambat (AC) untuk pengisian rutin di rumah.

Reporter: Zulfikar Ahmad
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top