DENPASAR — Sekaa Drama Gong Madu Suara Budaya dari Banjar Sebunibus, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, sukses memukau penonton di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Pementasan yang sarat nilai moral dan dibalut candaan khas Bali itu digelar di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, Jumat (10/7/2026) malam.
Bupati Klungkung I Made Satria yang hadir langsung di lokasi menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung ruang kreativitas seni tradisi. Menurutnya, penampilan para pregina asli Nusa Penida membuktikan bahwa seni budaya Bali tetap hidup dan berakar kuat.
Keistimewaan pementasan kali ini terletak pada seluruh pemain yang merupakan putra daerah asli Nusa Penida. Tidak ada satu pun pemeran yang didatangkan dari luar kepulauan, menunjukkan bahwa pembinaan seni tradisional di wilayah tersebut berjalan berkesinambungan.
“Pemerintah daerah akan selalu hadir dan mendukung penuh setiap ruang kreativitas seni, terlebih dalam pelestarian seni tradisi seperti Drama Gong. Apa yang ditampilkan oleh para pregina lokal dari Nusa Penida hari ini adalah bukti bahwa seni budaya kita tetap hidup, berakar kuat, dan lestari,” ujar Bupati I Made Satria di sela-sela acara.
Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap pementasan di ajang PKB 2026 ini mampu menjadi pemantik bagi generasi muda untuk terus mencintai dan menjaga warisan budaya leluhur. Di tengah arus modernisasi, eksistensi Drama Gong Tradisi dinilai perlu dipertahankan melalui partisipasi aktif di festival tahunan seperti PKB.
Partisipasi Klungkung pada kategori Drama Gong Tradisi di PKB tahun ini menjadi bukti konsistensi daerah dalam melestarikan seni pertunjukan tradisional Bali. Dengan seluruh pemain berasal dari Nusa Penida, pementasan ini sekaligus menegaskan bahwa regenerasi seniman di wilayah kepulauan tidak terputus.