BALI — Sebanyak 16 tim terbaik dari seluruh Indonesia turun berlaga di JEC Soccer Field, Bantul, sejak Senin (7/7). Mereka adalah juara regional yang lolos dari babak penyisihan di masing-masing provinsi. Nama-nama seperti FBS Nusantara (Banjar), Lambhuk FA (Aceh), dan Perspin (Pinrang, Sulawesi Selatan) ikut meramaikan turnamen kelompok umur 10 dan 12 tahun ini.
Erick Thohir hadir langsung di Bantul pada Rabu (8/7) untuk membuka secara simbolis putaran final. Ia menyerahkan bola kepada perwakilan pemain, menandatangani prasasti, dan melakukan kick-off pertama. "Piala Presiden tahun ini adalah bukti bahwa sepak bola menjadi alat pemersatu bangsa dan harus dibangun dari akar rumput," ujarnya di sela-sela acara.
Menurut Erick, turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi anak-anak. Lebih dari itu, festival ini dirancang sebagai bagian integral dari cetak biru PSSI untuk mempersiapkan talenta muda yang kelak membela timnas senior di kualifikasi Piala Dunia 2030. Regulasi yang digunakan sudah mengadopsi standar FIFA dan PSSI untuk kompetisi usia dini.
Partisipasi tim dari berbagai penjuru Nusantara menunjukkan perluasan jangkauan pembinaan akar rumput. Tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, tim-tim dari Aceh, Kalimantan, hingga Sulawesi Selatan kini punya panggung nasional. "Melalui keterlibatan klub dari seluruh provinsi, Piala Presiden 2026 diharapkan bisa membuka kesempatan lebih luas bagi talenta muda dari berbagai daerah," tambah Erick.
Para pemain cilik tampak antusias berlaga di lapangan berstandar internasional. Sorak-sorai orang tua dan pelatih memenuhi JEC Soccer Field sejak pagi. Erick mengaku gembira melihat semangat anak-anak ini. Baginya, mimpi besar sepak bola Indonesia berawal dari langkah-langkah kecil di lapangan seperti ini.
Di tengah hiruk-pikuk pertandingan, Erick menyempatkan diri memberikan motivasi langsung kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa membangun sepak bola Indonesia bukanlah kerja satu pihak. "Membangun sepak bola Indonesia bukanlah karya individu, melainkan hasil kerja keras seluruh stakeholder, termasuk di dalamnya masyarakat Indonesia," tegasnya.
Ia menutup dengan pesan yang menguatkan misi jangka panjang PSSI. "Kini tugas kita melanjutkan, memperkuat fondasi dengan satu tujuan yang sama. Sepak bola Indonesia harus tumbuh dengan fondasi kuat, sistem yang sehat, dan mimpi yang besar. Karena mimpi itu hidup dalam keseharian, dalam latihan, dalam perjuangan, dalam keyakinan dan mimpi itu layak diperjuangkan."