Bali Bangun PSEL di Pedungan Denpasar, TPA Suwung Ditargetkan Tutup Akhir 2027

Penulis: Darmawan Putra  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 23:57:01 WIB
Pembangunan fasilitas PSEL di Pedungan Denpasar ditargetkan operasional pada semester pertama 2028.

DENPASAR — Jika proyek berjalan sesuai jadwal, TPA Suwung yang selama puluhan tahun menjadi muara sampah Denpasar dan Badung akan pensiun pada akhir 2027. Fasilitas PSEL yang dibangun di atas lahan enam hektare milik Pelindo itu ditargetkan beroperasi komersial pada semester pertama 2028.

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut pembangunan ini sebagai tonggak baru pengelolaan sampah di daerah tujuan wisata dunia. “Persoalan sampah harus diselesaikan karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan, kenyamanan masyarakat, serta citra Bali sebagai destinasi wisata internasional,” ujarnya dalam seremoni groundbreaking.

Kapasitas Olah 500.000 Ton Sampah Per Tahun

Berdasarkan keterangan Danantara, PSEL Bali menggunakan teknologi moving grate incinerator yang mengacu pada standar European Industrial Emission Directive (EU IED). Fasilitas ini mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun dan menyuplai listrik untuk sekitar 100.000 rumah.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menambahkan, proyek ini juga menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau selama masa konstruksi dan operasional. Dari sisi lingkungan, PSEL diproyeksikan menurunkan emisi dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen.

Pembagian Peran: Pemprov, Pemkot, Pelindo, dan Pusat

Pembangunan PSEL Bali melibatkan skema kerja sama multi-pihak. Pemerintah Kota Denpasar bersama Pelindo menyiapkan lahan, sementara Pemerintah Provinsi Bali mendukung pematangan lahan. Pemerintah pusat melalui Danantara dan PLN turut mengawal proyek ini.

“Tanpa sinergi seluruh pihak, proyek ini tidak akan berjalan dengan baik dan cepat,” kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani. Ia menegaskan proyek ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah.

Masyarakat Diminta Tetap Memilah Sampah dari Rumah

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa teknologi pengolahan sampah tidak menghapus kewajiban warga mengelola sampah dari sumber. “Pembangunan fasilitas PSEL tetap harus diikuti perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya.

Pemilahan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga, hotel, restoran, dan kawasan wisata tetap diperlukan agar proses pengolahan di PSEL berjalan optimal. Desa adat dan pelaku usaha juga terdampak karena sistem pengelolaan sampah akan diarahkan lebih tertib sejak dari sumber.

Bali mencatat kunjungan 16,38 juta wisatawan pada 2025, menjadikan tekanan sampah sebagai isu krusial. Gubernur Koster berharap PSEL menjadi solusi tuntas. “Kami akan terus mengawal pelaksanaan pekerjaan agar berjalan dengan baik sesuai target,” pungkasnya.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: baliberkarya.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top