Alexandra Eala Kalahkan Iga Swiatek di Wimbledon, Petenis Filipina Pertama ke Babak Keempat Grand Slam Era Terbuka

Penulis: Candra Setiabudi  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 02:37:01 WIB
Alexandra Eala mencatat sejarah sebagai petenis Filipina pertama yang melaju ke babak keempat Grand Slam era terbuka di Wimbledon.

BALI — Kemenangan itu terasa begitu istimewa bagi Eala. Bukan hanya karena ia mengalahkan petenis nomor satu dunia dan juara enam Grand Slam, melainkan karena momen ini adalah buah dari kerja keras yang dimulainya sejak kecil.

Dari Lapangan Sekolah ke Centre Court Wimbledon

"Saya berlatih setiap hari sepulang sekolah dengan kaus kaki kerut, sepatu bersinar, dan pipi tembam saya. Bagi saya yang lebih muda, ini adalah segalanya," ujar Eala kepada BBC TV seusai laga.

Kemenangan ini juga dipersembahkan untuk seluruh warga Filipina. "Ini untuk mereka, keluarga saya, dan semua gadis dengan kaus kaki kerut dan pipi tembam. Ini berarti segalanya," tambahnya.

Mengulang Kejutan Miami Open 2025

Ini bukan pertama kalinya Eala mengalahkan Swiatek. Pada 2025, saat masih berusia 19 tahun dan berada di peringkat 100 besar, ia menyingkirkan Swiatek di Miami Open dalam perjalanannya ke semifinal. Saat itu ia juga mengalahkan juara Grand Slam lainnya, Jelena Ostapenko dan Madison Keys.

Sejak terobosan di Miami, peringkat Eala meroket ke 30 besar dunia. Ia memenangkan dua gelar WTA 125, menjadi runner-up di Eastbourne tahun lalu, dan di Berlin baru-baru ini mengalahkan Elena Rybakina serta Elina Svitolina.

Tekanan Menjadi Kebanggaan Nasional

Popularitas Eala di Filipina meledak. Antrean panjang mengular di lapangan luar setiap kali ia bertanding, dan pesta nonton digelar di kampung halamannya. Namun, tekanan itu sempat membuatnya kewalahan di Australian Open.

"Saya berusaha menjadi autentik. Meskipun saya sangat berterima kasih atas dukungan, saya, tim, dan keluarga saya lah yang bekerja keras 12 jam sehari di lapangan. Etos kerja itulah yang membuat saya tetap membumi," jelas Eala.

Filosofi 'Kapag Lumago, Hindi Na Hihinto'

Di visor Eala terukir frasa dalam bahasa Tagalog: 'kapag lumago, hindi na hihinto' — yang berarti 'setelah tumbuh, tidak akan berhenti'. Ia membawa budaya Filipina ke lapangan.

"Saya sangat meresapi kata-kata itu. Lebih dari sekadar tidak terhentikan, ini tentang mimpi dan aspirasi. Sejak kecil saya selalu bermimpi, dan bisa mewujudkannya hanya membuat saya semakin ambisius," katanya.

Statistik Kunci Kemenangan Eala

  • Menyelamatkan 8 dari 11 break point yang dihadapi
  • Mencatat 24 winner berbanding 21 unforced error
  • Pertandingan berlangsung di Centre Court dengan dukungan penuh dari penonton di Henman Hill

Eala juga pernah menjadi sampul majalah Vogue Filipina pada 2022 setelah menjadi petenis Filipina pertama yang memenangkan gelar junior Grand Slam di US Open. Tiga tahun lalu, ia menerima ijazah kelulusan dari akademi Rafael Nadal yang diserahkan langsung oleh Swiatek. Kini, ia membuktikan bahwa kata-kata sang juara bertahan tentang 'pantang menyerah' benar-benar ia hayati.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top