SINGARAJA — Kontingen PASI Buleleng memastikan satu tiket ke O2SN nasional setelah atletnya, Kadek Tata Hedriayana, tampil dominan di nomor tri lomba. Ajang yang mempertandingkan lari 60 meter, lompat jauh, dan tolak peluru itu mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Bali.
Pelatih PASI Buleleng, Ketut Adhyatma Sudarshana, mengakui persaingan sangat ketat. “Di sektor putra, kekuatan terbesar datang dari Denpasar dan Badung yang memiliki pembinaan atlet cukup merata. Sementara di sektor putri, persaingan terberat berasal dari Badung dan Bangli,” ujarnya.
Kadek Tata Hedriayana mampu menjaga konsistensi di tiga nomor yang dipertandingkan. Akumulasi poin yang dikumpulkannya menjadi yang tertinggi, mengalahkan atlet dari daerah lain. Hasil ini memastikan dirinya menjadi satu-satunya wakil Bali untuk jenjang SMP pada O2SN tingkat nasional mendatang.
Kontingen Buleleng juga menambah pundi medali melalui Komang Trisna Septi Priyani, siswi SMP Negeri 2 Kubutambahan asal Desa Tamblang, yang berhasil meraih medali perunggu. Total, PASI Buleleng menurunkan empat atlet dalam ajang ini, terdiri dari dua atlet jenjang SD dan dua atlet jenjang SMP.
Capaian tahun ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi PASI Buleleng. Ketut Adhyatma menyebut hasil ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan O2SN tahun lalu. “Tahun ini peningkatannya sangat jauh. Tahun lalu kami belum memperoleh medali, sekarang bisa meraih emas dan perunggu. Ini menjadi motivasi agar pembinaan terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa persaingan di tingkat nasional dipastikan jauh lebih berat. “Prestasi ini tentu membanggakan, tetapi masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus ditingkatkan sebagai persiapan menuju tingkat nasional,” katanya.
Ke depan, PASI Buleleng akan memperkuat pembinaan atlet usia muda melalui program yang disinergikan dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng. Targetnya bukan hanya regenerasi atlet, tetapi juga persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali dan Pra Kualifikasi PON 2027.
Ketua Umum PASI Buleleng, I Kadek Setiawan, menilai keberhasilan ini buah dari kekompakan organisasi. “Kebersamaan di PASI Buleleng sangat luar biasa. Kami berkomitmen mencetak bibit-bibit atlet berprestasi. Yang paling penting adalah memanusiakan atlet. Atlet jangan sampai dikorbankan,” tegas anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali itu.
Ia juga menyoroti kondisi fasilitas latihan di Stadion Mayor Metra yang dinilai perlu ditingkatkan. Penambahan lampu penerangan dan pembenahan kondisi lapangan menjadi usulan utama agar pembinaan atlet bisa berjalan optimal. “Dengan dukungan sarana yang memadai, PASI Buleleng optimistis akan semakin banyak atlet muda yang mampu mengharumkan nama Buleleng dan Bali di tingkat nasional,” ujar politisi asal Desa Penglatan ini.