Bupati Badung Apresiasi Aplikasi Sikap Mumbul di HUT ke-59 Banjar Mumbul, Siapkan Beasiswa dan Bantuan Lansia Rp 3 Juta

Penulis: Darmawan Putra  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 00:30:01 WIB
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memotong tumpeng dalam perayaan HUT ke-59 Banjar Mumbul.

BADUNG — Perayaan HUT ke-59 Banjar Mumbul di Kuta Selatan menjadi momentum peluncuran aplikasi berbasis data kependudukan adat. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang hadir langsung memotong tumpeng sekaligus mengapresiasi inovasi warga yang melahirkan aplikasi Sikap Mumbul.

Aplikasi Sikap Mumbul: Tak Hanya untuk Krama Adat

Bupati Adi Arnawa menilai aplikasi buatan warga Banjar Mumbul ini punya potensi besar untuk dikembangkan lebih luas. "Ini luar biasa sekali, ke depan dapat dikembangkan lagi, tidak hanya untuk krama adat saja, namun aplikasi ini juga dapat dipakai untuk banjar dinas terutama untuk masyarakat pendatang," ujarnya.

Ia menambahkan, data dari aplikasi ini bisa menjadi acuan pemerintah untuk mengetahui jumlah pasti penduduk pendatang di Badung, khususnya di wilayah Banjar Mumbul. Langkah ini dinilai strategis untuk menopang sektor pariwisata dan perencanaan pembangunan ke depan.

Deretan Bantuan Sosial: Beasiswa hingga Santunan Difabel

Di luar peluncuran aplikasi, Bupati Adi Arnawa menyampaikan sejumlah program bantuan yang telah berjalan dan akan dimulai tahun depan. Salah satu yang menarik perhatian adalah beasiswa S1 gratis bagi keluarga dengan penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan.

Pemkab Badung juga memberikan bantuan khusus bagi warga lanjut usia yang mencapai usia 75 tahun sebesar Rp 3 juta pada saat hari ulang tahun mereka. Selain itu, setiap Kepala Keluarga (KK) di Badung akan mendapat bantuan hari raya keagamaan sebesar Rp 2 juta.

Untuk penyandang difabel, pemerintah daerah mengucurkan bantuan Rp 1 juta per bulan. "Hal ini untuk meringankan beban keluarga setidaknya untuk kebutuhan makan bagi penyandang difabel," jelas Bupati.

Di tahun 2026 mendatang, Pemkab Badung juga akan meluncurkan program beasiswa "Nak Badung" yang menyasar siswa SMA Negeri maupun swasta yang bersekolah di wilayah Badung. Ada pula program tertib administrasi akte kematian dengan bantuan sebesar Rp 10 juta.

Mengurai Kemacetan: Pembebasan Lahan untuk Jalan Baru

Bupati Adi Arnawa juga menyoroti persoalan klasik di Badung: kemacetan dan keterbatasan akses jalan. Ia menyebut Pemkab telah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan baru guna mempercepat waktu tempuh masyarakat.

"Ini untuk menopang sektor pariwisata serta mengatasi persoalan kemacetan," ujarnya. Langkah ini diharapkan dapat mendukung mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Sejarah Banjar Mumbul: Dari Rukun Pemuda Mumbul Tahun 1963

Ketua Panitia I Ketut Sulandra mengungkapkan bahwa perayaan HUT ke-59 ini bukan sekadar seremonial. "Menjadi momentum untuk mengenang sejarah, menghargai perjuangan para pendahulu dan memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Banjar Mumbul," katanya.

Banjar Mumbul berawal dari terbentuknya organisasi kepemudaan bernama Rukun Pemuda Mumbul pada tahun 1963. Organisasi ini menjadi wadah pemersatu generasi muda sekaligus cikal bakal lahirnya Banjar Mumbul. Tokoh penting di baliknya adalah almarhum Ir. I Nyoman Gelebet, M.SI., yang disebut sebagai sosok visioner dengan semangat pengabdian tinggi terhadap masyarakat.

"Berkat pemikiran, dedikasi dan perjuangan Beliau bersama para tokoh lainnya, fondasi kebersamaan dan persatuan masyarakat Mumbul dapat terbangun dengan kokoh hingga berkembang seperti saat sekarang," pungkas Sulandra.

Reporter: Darmawan Putra
Sumber: baliekbis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top