BALI — Rencana besar Presiden Prabowo untuk mengefisienkan struktur BUMN mulai menemukan kepastian. Dalam sambutannya di penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026), Prabowo mengungkapkan akan mengurangi jumlah perusahaan pelat merah dari sekitar 1.000 menjadi hanya 250 entitas.
Dony Oskaria mengungkapkan, saat ini Danantara tengah menjalankan proses perampingan terhadap 1.077 perusahaan BUMN. Targetnya, angka tersebut ditekan hingga kisaran 200 sampai 300 perusahaan pada tahun ini.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Data internal menunjukkan lebih dari separuh BUMN masih dalam kondisi tidak sehat. "Sekitar 52 persen BUMN masih mengalami kerugian dengan total mencapai Rp20 triliun," ujar Dony. Kondisi ini dinilai sebagai pemborosan yang harus segera dihentikan melalui konsolidasi agar pengelolaan aset negara lebih efisien dan kinerja perusahaan meningkat.
Kekhawatiran akan gelombang PHK di lingkungan BUMN langsung ditepis oleh Dony. Ia menegaskan bahwa karyawan bukan sasaran pengurangan dalam restrukturisasi ini. "Pastinya Bapak Presiden tidak ingin ada PHK. Seluruh karyawan tidak akan ada yang kita kurangi. Mereka akan menjadi bagian dari perusahaan-perusahaan hasil konsolidasi," tegasnya.
Keputusan ini diambil setelah Danantara menghitung skala prioritas. Menurut Dony, biaya tenaga kerja seluruh BUMN hanya berkisar Rp2 triliun hingga Rp3 triliun per tahun. Angka ini sangat kecil jika dibandingkan potensi penghematan yang bisa diraih dari konsolidasi, yang diperkirakan mencapai Rp50 triliun. "Kalau begitu saya ambil saja semua karyawannya, saya masih hemat Rp47 triliun," ujar Dony.
Dony menekankan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan langsung Presiden Prabowo. Proses transformasi BUMN harus tetap memperhatikan keberlangsungan pekerjaan para karyawan. "Kita tidak mau menzalimi karyawan karena itu bukan salah mereka," katanya.
Dengan skema ini, pemerintah berharap struktur BUMN yang baru akan lebih ramping, gesit, dan mampu bersaing. Efisiensi dari penggabungan entitas diharapkan memperkuat kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional, tanpa harus mengorbankan nasib ratusan ribu pekerja yang saat ini menggantungkan hidup dari perusahaan milik negara.