JAKARTA — Dua medali emas dipersembahkan oleh Ni Kadek Gita Purnama asal Bangli di nomor lompat jangkit U-18 putri dengan lompatan 11,11 meter, dan Komang Tri Saputra Yasa asal Buleleng di nomor lompat jangkit U-18 putra dengan lompatan 14,73 meter. Tiga medali perak masing-masing diraih Ni Kadek Dwi Widiantari (Jembrana) di lempar lembing U-18 putri (38,55 meter), Ni Kadek Gita Purnama di lompat jauh U-18 putri (5,28 meter), serta Komang Tri Saputra Yasa di lompat tinggi U-18 putra (6,67 meter).
Pendamping Tim Atletik Bali, Anak Agung Gde Bagus Maheswara Putra Dalem atau Coach Agung, menyatakan perolehan ini masih bisa bertambah. Sebab, pada hari terakhir, Selasa (30/6), masih ada atlet Bali yang akan turun di nomor lompat jangkit putra U-20.
"Kami masih punya peluang menambah medali di lompat jangkit putra U-20, karena besok masih ada atlet Bali yang bertanding. Kami harap, dia mendapatkan medali emas atau minimal medali perak," ujar Coach Agung kepada NusaBali, Senin (29/6).
Coach Agung mengakui pesaing terkuat di nomor tersebut berasal dari DKI Jakarta. Meski begitu, ia optimistis atlet Bali bisa meraih hasil maksimal.
Coach Agung menilai penampilan atlet Bali di kejuaraan ini sangat luar biasa. Sebab, capaian sementara sudah melampaui torehan tahun 2025 yang hanya satu medali emas. Kala itu, emas diraih Anak Agung Istri Ratu Tribuana Mahadewi di lompat tinggi putri dengan lompatan 1,40 meter—yang juga menjadi rekor nasional.
"Kini rekor tersebut sudah dipecahkan oleh atlet Jawa Barat di Kejurnas tahun ini dengan lompatan 1,50 meter," terang Coach Agung.
Total 10 atlet dikirimkan Bali dalam ajang ini. Mereka terpilih setelah mengikuti Porjar Bali dan memenuhi limit yang ditentukan, kemudian menjalani latihan di pengcab masing-masing. Coach Agung berharap prestasi ini jadi modal untuk event berikutnya.
"Dari hasil ini, semoga ke depan Tim Atletik Bali dapat terus meningkatkan prestasi di event berikutnya," imbuhnya.