Tradisi Mesuryak di Hari Raya Kuningan: Warga Bali Rayakan Sukacita dan Kebersamaan di Pura

Penulis: Candra Setiabudi  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:19:01 WIB
Warga Bali melaksanakan tradisi Mesuryak sebagai bagian dari perayaan Hari Raya Kuningan di pura.

BALI — Tradisi Mesuryak kembali menyemarakkan perayaan Hari Raya Kuningan di Bali. Ribuan umat Hindu dari berbagai desa adat turun ke pura dan area suci untuk menggelar ritual yang identik dengan suara riuh dan gerakan penuh semangat ini.

Pantauan di sejumlah lokasi, warga dari anak-anak hingga orang dewasa kompak melakukan gerakan sambil bersorak. Mereka melambai-lambaikan tangan dan melompat kecil, menciptakan atmosfer kegembiraan yang khas saat puncak perayaan Kuningan.

Apa Makna di Balik Tradisi Mesuryak?

Tradisi Mesuryak bukan sekadar seremoni. Bagi masyarakat Hindu Bali, ritual ini merupakan ekspresi rasa syukur dan kebahagiaan atas berkah yang diterima. Gerakan dinamis dan suara sorakan dipercaya sebagai bentuk penyambutan energi positif dan kemenangan dharma melawan adharma.

Perayaan Hari Raya Kuningan sendiri jatuh setiap 210 hari sekali, tepat pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan. Ini menjadi momen penting bagi umat Hindu untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan.

Mesuryak: Simbol Kebersamaan yang Diwariskan Lintas Generasi

Uniknya, tradisi ini melibatkan seluruh elemen masyarakat tanpa memandang usia. Anak-anak terlihat antusias mengikuti gerakan orang tua mereka, menunjukkan bagaimana nilai kebersamaan terus diwariskan secara turun-temurun.

Suasana semakin semarak dengan balutan busana adat lengkap yang dikenakan warga. Warna putih dan kuning mendominasi, melambangkan kesucian dan kemakmuran sesuai esensi Hari Raya Kuningan.

Di beberapa desa, tradisi Mesuryak juga diiringi tabuhan gamelan dan kidung suci. Perpaduan ini menjadikan perayaan berlangsung khidmat namun tetap meriah.

Bagaimana Respons Masyarakat Terhadap Tradisi Ini?

Masyarakat setempat menyambut antusias pelaksanaan tradisi Mesuryak setiap tahunnya. Mereka menilai ritual ini bukan hanya kewajiban agama, melainkan juga ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Para tokoh adat berharap tradisi ini terus lestari di tengah arus modernisasi. Dengan melibatkan generasi muda sejak dini, nilai-nilai luhur dalam perayaan Hari Raya Kuningan diyakini akan tetap terjaga.

Hingga sore hari, sejumlah pura di berbagai kabupaten di Bali masih dipadati warga yang mengikuti rangkaian persembahyangan puncak Kuningan. Tradisi Mesuryak menjadi penutup yang penuh makna dan kegembiraan.

Reporter: Candra Setiabudi
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top