DENPASAR — Rute penerbangan langsung Canberra-Denpasar kembali beroperasi setelah vakum selama 20 bulan. Virgin Australia menjadi operator yang menghidupkan kembali konektivitas tersebut, menawarkan layanan tanpa transit bagi wisatawan asal Australia.
Rute ini menjadi yang pertama menghubungkan Canberra dan Denpasar secara langsung. Sebelumnya, penumpang dari ibu kota Australia harus transit di Sydney, Melbourne, atau Brisbane untuk bisa sampai ke Bali.
Pembukaan kembali rute ini merupakan respons terhadap tingginya permintaan perjalanan ke Bali. “Kami melihat antusiasme besar dari pelancong yang ingin menikmati liburan ke Bali tanpa repot berganti pesawat,” demikian pernyataan resmi Virgin Australia.
Keputusan Virgin Australia ini dinilai strategis bagi sektor pariwisata Bali. Canberra, sebagai pusat pemerintahan Australia, memiliki basis wisatawan kelas menengah atas yang potensial.
Dengan adanya penerbangan langsung, waktu tempuh menjadi lebih efisien. Hal ini diyakini bisa meningkatkan okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata di sekitar Denpasar, seperti Ubud, Seminyak, dan Canggu.
Pemangku kepentingan pariwisata di Bali menyambut baik langkah ini. Mereka berharap rute baru ini bisa menambah frekuensi penerbangan dari Australia ke Bali secara keseluruhan, yang selama ini menjadi pasar utama wisatawan mancanegara.
Kehadiran Virgin Australia di rute Canberra-Denpasar menambah daftar panjang maskapai yang melayani penerbangan langsung antara Australia dan Bali. Saat ini, Jetstar, Qantas, dan Batik Air juga sudah mengoperasikan rute serupa dari beberapa kota besar Australia.
Persaingan ini diprediksi akan menekan harga tiket dan memberikan lebih banyak pilihan bagi wisatawan. Bagi pelaku usaha di Bali, situasi ini menjadi angin segar untuk memulihkan sektor pariwisata pascapandemi.