BALI — Pasar saham Indonesia mulai menunjukkan denyut positif setelah tekanan jual beberapa hari terakhir. IHSG berhasil memantul dan kembali mendekati level psikologis 6.000, didukung oleh akumulasi beli yang mulai terlihat. Namun, para analis mengingatkan bahwa penguatan ini belum bisa disebut sebagai tren naik yang kokoh.
MNC Sekuritas menilai rebound yang terjadi merupakan sinyal positif. Indeks berhasil menembus rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) dengan volume transaksi yang meningkat. Meski begitu, berdasarkan analisis Elliott Wave, posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi.
"Penguatan ini berpotensi menuju area 6.060 hingga 6.120, tapi setelah itu indeks rawan koreksi kembali ke kisaran 5.723-5.847," tulis riset MNC Sekuritas. Support terdekat berada di 5.784 dan 5.594, sementara resistance berikutnya di 6.286 dan 6.459.
Pandangan berbeda datang dari Phintraco Sekuritas. Mereka melihat faktor fundamental mulai membaik. Harga minyak mentah Brent yang turun mendekati USD70 per barel dan penguatan rupiah ke level Rp17.943 per dolar AS menjadi angin segar. Kabar pemerintah yang mempertimbangkan tambahan efisiensi anggaran Rp50 triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dipersepsikan positif oleh pasar.
Phintraco memperkirakan IHSG akan bergerak sideways dengan kecenderungan positif di rentang 5.850 hingga 6.100. Selama indeks bertahan di atas area support penting, peluang menguji level 6.100 masih terbuka.
Untuk strategi buy on weakness, MNC Sekuritas menyoroti empat emiten. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) menunjukkan sinyal pemulihan setelah menembus MA60 dengan volume meningkat, target harga di Rp670-Rp750. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) diperkirakan memasuki fase lanjutan tren naik dengan target Rp1.220-Rp1.370.
Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) dinilai berpotensi rebound menuju Rp23.850-Rp24.850 jika tekanan jual mereda. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menjadi pilihan defensif setelah bergerak di atas MA60, dengan target kenaikan ke Rp1.875-Rp2.000.
Mirae Asset Sekuritas lebih fokus pada PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Saham ini membentuk pola bullish engulfing yang didukung penguatan RSI dan peningkatan volume. Rekomendasinya add dengan support di Rp372 dan target resistance Rp406.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas masih menerapkan pendekatan selektif di tengah volatilitas pasar. Belum ada rekomendasi spesifik yang dirilis, namun investor disarankan mencermati saham-saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi.
Secara keseluruhan, pasar masih menunggu kepastian arah suku bunga AS dan perkembangan geopolitik Timur Tengah. Investor disarankan tetap waspada dan tidak terburu-buru melakukan akumulasi sebelum konfirmasi tren yang lebih jelas.