TABANAN — Sebanyak 439 petugas sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan resmi diberangkatkan untuk memulai pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026. Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melepas langsung para petugas dalam sebuah apel di halaman Kantor Bupati Tabanan, Bali, Selasa (12/8/2025).
Bupati Sanjaya menegaskan bahwa keberadaan data ekonomi yang lengkap, akurat, presisi, dan mutakhir merupakan syarat mutlak bagi pembangunan daerah. Tanpa data yang valid, kata dia, program-program pemerintah berisiko meleset dari sasaran.
"Bagi Kabupaten Tabanan, keberadaan data ekonomi yang lengkap, akurat, presisi, dan mutakhir merupakan instrumen yang sangat penting dalam mendukung langkah-langkah strategis pembangunan daerah," ujar Sanjaya dalam sambutannya.
Puluhan tim sensus akan menyisir 10 kecamatan di Tabanan untuk mendata seluruh aktivitas ekonomi formal dan nonformal. Pendataan mencakup sektor perdagangan, industri pengolahan, jasa, hingga pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Kepala BPS Tabanan, yang turut mendampingi bupati, menyebutkan bahwa sensus ini merupakan agenda nasional yang pelaksanaannya diselaraskan dengan kebutuhan data di tingkat kabupaten. Para petugas telah mengikuti bimbingan teknis selama sepekan terakhir.
Pemerintah daerah menargetkan hasil sensus dapat selesai diolah pada awal 2026. Data tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun berikutnya.
Sensus Ekonomi 2026 kali ini mengadopsi sistem pencatatan digital berbasis gawai. Setiap petugas dibekali tablet untuk memasukkan data secara langsung ke server pusat, meminimalkan kesalahan input dan mempercepat proses rekapitulasi.
Bupati Sanjaya berharap para petugas mampu menjangkau pelaku usaha mikro dan kecil di tingkat banjar dan desa adat. "Jangan sampai UMKM di pelosok tidak tercatat. Mereka adalah tulang punggung ekonomi warga Tabanan," tegasnya.