BADUNG — Drama Gong “Tirta Usada Segara” menjadi salah satu sajian tradisi yang akan dipentaskan Desa Tengkulung di Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Pertunjukan ini mengangkat sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat.
Judul “Tirta Usada Segara” merujuk pada air suci pengobatan yang bersumber dari laut. Cerita ini menggambarkan hubungan erat antara masyarakat pesisir dengan alam, khususnya dalam tradisi pengobatan berbasis sumber daya laut.
Pementasan ini tidak sekadar hiburan. Lewat dialog dan gerak tari, para seniman menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Drama Gong adalah seni teater tradisional Bali yang menggunakan bahasa Bali sebagai medium utama. Dalam konteks PKB 2026, kesenian ini dinilai strategis untuk regenerasi penutur bahasa daerah.
Kesenian ini mampu melahirkan generasi seniman yang memiliki kemampuan berbahasa Bali yang baik sekaligus menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya lokal.
Pesta Kesenian Bali merupakan agenda tahunan yang menjadi ajang unjuk gigi desa-desa di Bali. Partisipasi Desa Tengkulung pada 2026 menandakan pengakuan atas potensi seni dan tradisi yang mereka miliki.
Persiapan pementasan telah dimulai sejak awal tahun. Para seniman dan tokoh adat setempat terlibat langsung dalam proses latihan dan penyusunan naskah.
Drama Gong “Tirta Usada Segara” diharapkan menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik masyarakat tentang kearifan lokal Bali. Pementasan ini sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi bisa hidup berdampingan dengan generasi muda.