SINGARAJA — Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting tidak bisa berjalan sendiri. Dalam rapat koordinasi TPPS, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Sebab, angka prevalensi stunting di Buleleng yang mencapai 3,35 persen pada tahun 2025 masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
“Apapun hasil datanya, kewajiban kita adalah terus melakukan berbagai langkah dan intervensi agar angka stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan,” tegasnya di hadapan para anggota TPPS.
Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menjalankan sejumlah program intervensi spesifik. Mulai dari skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, hingga pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita dengan status gizi kurang. Pemantauan tumbuh kembang balita dan edukasi ASI eksklusif juga terus digencarkan.
Tak hanya itu, Pemkab Buleleng mengembangkan inovasi bernama Posko Praktik Baik. Program ini menjadi wadah pendataan dan deteksi dini kondisi kesehatan calon pengantin sebelum memasuki jenjang pernikahan. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah munculnya faktor risiko stunting sejak tahap perencanaan keluarga.
Pelaksanaan program Posko Praktik Baik melibatkan berbagai unsur, mulai dari desa adat, tenaga kesehatan, Kementerian Agama, hingga Tim Pendamping Keluarga. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjaring data lebih akurat dan memberikan edukasi langsung kepada pasangan usia subur.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong intervensi bagi pasangan usia subur serta peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Gede Supriatna menekankan bahwa keberhasilan menekan angka stunting tidak bisa dicapai oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, relawan, komunitas, hingga keluarga sebagai garda terdepan dalam pengasuhan anak.
“Dengan intervensi yang terpadu, kerja sama yang kuat, dan komitmen seluruh pihak, saya optimis angka stunting di Kabupaten Buleleng dapat terus ditekan sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” ujarnya.
Wabup mengapresiasi seluruh pihak yang konsisten mendukung program percepatan penurunan stunting. Ia berharap anggota TPPS terus memperkuat koordinasi dan memastikan setiap intervensi tepat sasaran agar target penurunan stunting dapat tercapai secara optimal.