DENPASAR — Kreativitas siswa SMAN 1 Denpasar kembali bersinar di kancah internasional. Dua inovasi riset mereka, yakni obat bau kaki dan salep luka bakar, sukses menyabet medali emas dan perak di ajang Shanghai International Invention and Innovation Fair.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa laboratorium riset sekolah menengah atas di Bali mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara di China.
Medali emas diraih oleh inovasi obat bau kaki yang dikembangkan dari bahan alami. Tim peneliti siswa SMAN 1 Denpasar meracik formula khusus yang dinilai efektif mengatasi masalah umum di daerah tropis.
Sementara itu, medali perak dipersembahkan oleh salep luka bakar. Produk ini diklaim memiliki daya serap lebih baik dan mempercepat proses regenerasi kulit.
Kedua produk tersebut menggunakan bahan baku yang mudah ditemukan di Indonesia. Pendekatan ini dinilai juri sebagai langkah strategis dalam menciptakan solusi kesehatan yang terjangkau.
Para siswa dibimbing langsung oleh guru pembimbing riset di sekolah. Mereka menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyempurnakan formula sebelum dibawa ke ajang internasional.
Shanghai International Invention and Innovation Fair merupakan kompetisi tahunan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai negara. Penilaian dilakukan berdasarkan orisinalitas, manfaat, dan potensi komersialisasi produk.
Keberhasilan siswa SMAN 1 Denpasar di ajang ini menunjukkan bahwa riset sekolah menengah di Indonesia mampu bersaing secara global. Pihak sekolah berencana mendaftarkan hak paten atas kedua inovasi tersebut.