BULELENG — Medawang-dawang, khazanah seni budaya khas Buleleng yang selama ini jarang terekspos, resmi menjadi atraksi utama kontingen daerah itu di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII/2026. Wujudnya yang berupa boneka raksasa membuat masyarakat awam kerap menyamakan kesenian ini dengan ondel-ondel milik Betawi di Jakarta.
Secara visual, Medawang-dawang memiliki kemiripan dengan ondel-ondel karena sama-sama berupa boneka berukuran besar yang dimainkan oleh orang di dalamnya. Namun, secara filosofi dan gerak tari, keduanya berbeda. Medawang-dawang merupakan tradisi asli Buleleng yang sarat dengan nilai-nilai lokal.
Penampilan perdana kesenian ini di panggung PKB menjadi momen penting bagi pelestarian budaya di Bali Utara. Duta Buleleng sengaja menggebrak panggung dengan menghadirkan tradisi Medawang-dawang sebagai identitas yang membedakan daerahnya dari kontingen lain.
Kehadiran Medawang-dawang di PKB bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah strategi budaya untuk memperkenalkan warisan leluhur Buleleng ke khalayak yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara yang hadir di festival. Duta Buleleng mengemas pertunjukan ini dengan iringan gamelan khas Bali Utara.
“Kami sengaja mengangkat Medawang-dawang karena ini adalah kekayaan kami yang belum banyak diketahui. Ini momen untuk menunjukkan bahwa Buleleng punya tradisi yang tak kalah unik,” demikian pernyataan dari perwakilan kontingen Buleleng.
Dengan tampil di PKB, Medawang-dawang diharapkan bisa menjadi daya tarik wisata baru di Buleleng. Selama ini, ondel-ondel Betawi sudah sangat populer, namun Medawang-dawang justru masih asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Gebrakan di panggung PKB menjadi langkah awal untuk mengangkat kesenian ini ke permukaan.
Pemerintah Kabupaten Buleleng pun diharapkan dapat menjadikan Medawang-dawang sebagai maskot budaya dalam berbagai even promosi pariwisata ke depan. Keunikan visual boneka raksasa ini dinilai memiliki potensi besar untuk menarik minat wisatawan, khususnya generasi muda.