GIANYAR — Bali United tak butuh waktu lama untuk mengisi kekosongan di lini tengah setelah ditinggal Mirza Mustafic. Klub berjuluk Serdadu Tridatu itu resmi mengontrak Queven Inacio Da Silva, gelandang serang asal Brasil yang baru saja memperkuat Chonburi FC di Thai League 1. Keputusan ini diambil manajemen untuk mempertahankan daya gedor tim di BRI Super League musim 2024/2025.
Queven Inacio bukan nama asing di sepak bola Asia Tenggara. Selama membela Chonburi FC, ia mencatatkan statistik impresif yang menjadi pertimbangan utama pelatih Bali United. Dari data yang dihimpun, pemain kelahiran 1998 ini memiliki akurasi umpan kunci di atas 80 persen per pertandingan, plus kontribusi langsung berupa gol dan assist yang konsisten di setiap musim.
Kemampuannya bermain sebagai gelandang serang (attacking midfielder) sekaligus second striker membuatnya fleksibel di skema 4-3-3 atau 4-2-3-1 yang kerap dipakai Stefano Cugurra. Daya jelajahnya yang lebar dan visi bermain yang tajam menjadi nilai jual utama yang hilang sejak kepergian Mirza.
Salah satu alasan Bali United meminang Queven adalah kecocokannya berduet dengan Teppei Yachida. Gelandang asal Jepang itu dikenal sebagai pemain bertipe box-to-box yang rajin memutus serangan lawan. Dengan kehadiran Queven yang lebih eksplosif di sepertiga akhir lapangan, keseimbangan lini tengah Serdadu Tridatu diharapkan lebih solid.
“Kami butuh pemain yang bisa menjadi jembatan antara lini belakang dan depan. Queven punya rekam jejak bagus di Thailand dan kami yakin dia bisa cepat beradaptasi dengan gaya main Teppei,” ujar salah satu sumber di internal tim.
Mirza Mustafic hengkang ke klub lain pada bursa transfer paruh musim, meninggalkan lubang besar di lini tengah Bali United. Queven Inacio didatangkan bukan hanya sebagai pelapis, melainkan sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga asa tim di papan atas klasemen. Manajemen juga mengisyaratkan bahwa pemain ini akan langsung dimainkan dalam laga-laga krusial ke depan.
Dengan segudang pengalaman di Liga Thailand, Queven diharapkan tak butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan iklim sepak bola Indonesia yang cenderung fisik dan cepat. Publik Bali United pun menantikan aksi perdananya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dalam beberapa pekan ke depan.